{"id":852,"date":"2026-05-14T06:39:57","date_gmt":"2026-05-14T06:39:57","guid":{"rendered":"https:\/\/isbm-blow-molding.com\/?p=852"},"modified":"2026-05-14T06:39:57","modified_gmt":"2026-05-14T06:39:57","slug":"isbm-mould-cooling-channel-engineering-korean-guide","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/isbm-blow-molding.com\/id\/isbm-mould-cooling-channel-engineering-korean-guide\/","title":{"rendered":"Rekayasa Saluran Pendingin Cetakan ISBM: Panduan Korea"},"content":{"rendered":"
<\/p>\n Analisis Teknis Mendalam \u00b7 Rekayasa Cetakan \u00b7 ISBM Korea 2026<\/p>\n Waktu pendinginan menyumbang 35\u201355% dari setiap siklus ISBM Korea. Perbedaan antara tata letak saluran pendingin yang dirancang dengan baik dan yang generik adalah 1,5\u20133,5 detik per siklus \u2014 yang pada shift 8-cavity, 16 jam, berarti tambahan pendapatan tahunan sebesar KRW 40\u201395 juta pada mesin dan cetakan yang sama. Panduan ini memberikan dasar rekayasa kepada produsen Korea untuk memanfaatkan perbedaan tersebut.<\/p>\n Meja Teknik Ever-Power Korea \u00b7 Ansan-si \u00b7 Mei 2026<\/p>\n<\/div>\n<\/header>\n <\/p>\n <\/p>\n Referensi Desain Saluran Pendingin ISBM Korea \u2014 2026<\/p>\n <\/p>\nSaluran Pendingin Cetakan ISBM
\nTeknik: Panduan Korea<\/h1>\n
\nKedalaman Saluran: Aturan 8\u201312mm<\/span>
\nAir 10\u00b0C = Siklus \u22121,8 detik<\/span><\/div>\n\n\n
\n \nParameter<\/th>\n PET standar<\/th>\n PETG \/ K-Beauty<\/th>\n PP Hot-Fill<\/th>\n Alasan Teknik<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n \n Diameter saluran<\/td>\n 8\u201310 mm<\/td>\n 8\u201310 mm<\/td>\n 10\u201312 mm<\/td>\n Diameter yang lebih besar untuk PP: mengimbangi konduktivitas termal yang lebih rendah dari baja H13 yang digunakan dalam cetakan pengisian panas.<\/td>\n<\/tr>\n \n Kedalaman dari rongga (d)<\/td>\n 8\u201312 mm<\/td>\n 8\u201310 mm<\/td>\n 12\u201316 mm<\/td>\n Semakin dekat ke rongga = ekstraksi panas lebih cepat; PETG lebih dekat untuk kejernihan optik; PP lebih jauh untuk menghindari kristalinitas pendinginan berlebihan<\/td>\n<\/tr>\n \n Nada saluran (p)<\/td>\n 2\u20132,5 hari<\/td>\n 1,8\u20132,2 hari<\/td>\n 2\u20133 hari<\/td>\n Jarak antar alur merupakan kelipatan dari kedalaman alur; jarak antar alur yang lebih rapat untuk PETG guna memastikan suhu permukaan yang seragam.<\/td>\n<\/tr>\n \n Suhu air masuk<\/td>\n 8\u201312\u00b0C<\/td>\n 8\u201312\u00b0C<\/td>\n 10\u201325\u00b0C<\/td>\n PP: suhu air yang lebih tinggi mencegah pendinginan kristalinitas yang terlalu cepat; PET\/PETG: air dingin memaksimalkan laju ekstraksi panas.<\/td>\n<\/tr>\n \n Target laju aliran<\/td>\n Re > 10.000<\/td>\n Re > 10.000<\/td>\n Re > 8.000<\/td>\n Aliran turbulen (Re > 4.000) sangat penting; Re > 10.000 memastikan koefisien perpindahan panas 3\u20134 kali lebih tinggi daripada aliran laminar.<\/td>\n<\/tr>\n \n \u0394T maksimum saluran masuk-keluar<\/td>\n \u2264 3\u00b0C<\/td>\n \u2264 2\u00b0C<\/td>\n \u2264 4\u00b0C<\/td>\n \u0394T besar = pendinginan rongga tidak seragam = variasi ketebalan dinding; PETG lebih rapat untuk kualitas optik.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n